Famili 03

Annonaceae

Halaman detail Annonaceae memuat lima spesies awal. Tiga spesies sudah dilengkapi foto lapangan, sementara dua spesies lainnya disiapkan sebagai entri narasi dan foto yang akan dilengkapi nanti.

Ringkasan famili

Annonaceae

Famili ini sementara memuat lima entri spesies dari koleksi Annonaceae. Narasi morfologi, habitat, persebaran, dan catatan identifikasi masih disediakan sebagai kolom pengisian.

Jumlah spesies
5 entri
Genus
Cananga, Drepananthus, Monocarpia, Phaeanthus, Polyalthia
Status halaman
Draft narasi

Annonaceae

Cananga odorata Hook.f. dan Thomson

Galeri foto menampilkan bunga dan daun sebagai bahan awal penyusunan karakteristik spesies.

Karakteristik Cananga odorata

Pohon dengan tinggi hingga 20 m dan diameter batang mencapai 50 cm. Sering dikenal dengan nama lokal kenanga, pohon ini merupakan flora identitas Provinsi Sumatera Utara. Secara ekologi, habitatnya banyak dijumpai di hutan dataran rendah Taman Nasional Gunung Leuser, terutama pada ketinggian 90 hingga 200 mdpl, pada lokasi terbuka dan lokasi yang berbatasan dengan hutan primer. Distribusinya mencakup Thailand, Filipina, Sumatera, Semenanjung Malaysia, Singapura, dan Kalimantan. Status konservasinya menurut IUCN masuk kategori hampir terancam. Dalam pemulihan ekosistem, jenis ini bertipe fast growing species. Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dari buah yang dikecambahkan dan stek batang. Berdasarkan pengamatan fenologi, jenis ini berbuah setiap tahun terutama pada bulan Mei hingga Agustus.

Annonaceae

Drepananthus ramuliflorus Maingay ex Hook.f. & Thomson

Galeri foto menampilkan buah pada batang, buah berkelompok, dan daun pada tajuk.

Karakteristik Drepananthus ramuliflorus

Pohon dengan tinggi hingga 25 m dan diameter batang mencapai 65 cm. Di Aceh, jenis ini sering disebut jambu kelat dan pohon katar. Secara ekologi, pohon ini sering dijumpai di hutan dataran rendah Taman Nasional Gunung Leuser pada ketinggian 90 hingga 500 mdpl, terutama di punggung bukit dan lokasi yang berbatasan dengan hutan primer. Distribusinya mencakup Thailand, Sumatera, Semenanjung Malaysia, Singapura, dan Kalimantan. Buah pohon ini disukai oleh berbagai primata dan mamalia, terutama orangutan. Dalam pemulihan ekosistem, jenis ini bertipe slow growing species. Perbanyakan dapat dilakukan dari buah yang disemai setelah masak, dan biasanya membutuhkan sekitar tiga minggu untuk berkecambah. Berdasarkan pengamatan fenologi, pohon ini berbuah setiap tahun terutama pada bulan Juni hingga Agustus.

Annonaceae

Monocarpia marginalis (Scheff.) Sinclair

Galeri foto menampilkan buah, daun, irisan buah, dan kecambah sebagai bahan awal identifikasi visual.

Karakteristik Monocarpia marginalis

Pohon dengan tinggi hingga 35 m dan diameter batang hingga 65 cm, dikenal dengan nama lokal bau langit. Secara ekologi, habitatnya dijumpai di hutan dataran rendah Taman Nasional Gunung Leuser pada ketinggian 50 hingga 500 mdpl. Pohon ini sering ditemukan di punggung bukit dan lokasi dengan elevasi yang miring. Distribusinya mencakup Sumatera, Semenanjung Malaysia, Singapura, dan Kalimantan. Buahnya disukai oleh berbagai primata, terutama orangutan. Dalam pemulihan ekosistem, jenis ini bertipe slow growing species. Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dari buah yang disemai setelah masak. Perkecambahannya sangat cepat, biasanya sekitar satu minggu. Berdasarkan pengamatan fenologi, pohon ini berbuah setiap tahun terutama pada bulan Agustus hingga Oktober.

Annonaceae

Phaeanthus ophthalmicus (Roxb. ex G.Don) J.Sinclair

Galeri foto lapangan menampilkan habitus, bunga, daun, dan buah sebagai bahan awal penyusunan karakteristik spesies.

Karakteristik Phaeanthus ophthalmicus

Pohon dengan tinggi hingga 24 m dan diameter batang hingga 36 cm. Jenis ini dijumpai di hutan dataran rendah Taman Nasional Gunung Leuser pada ketinggian sekitar 100 mdpl, dengan habitat di hutan sekunder, lereng bukit, dan bekas jalan logging. Distribusinya mencakup Sumatera, Semenanjung Malaysia, dan Kalimantan. Dalam pemulihan ekosistem, jenis ini bertipe slow growing species. Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dari buah yang disemai setelah masak, biasanya akan berkecambah setelah satu hingga dua minggu. Buahnya mudah dikenali saat masak karena berwarna kuning, dan disukai berbagai primata terutama orangutan. Berdasarkan pengamatan fenologi, jenis ini berbuah setiap tahun terutama pada bulan Agustus hingga Oktober.

Annonaceae

Polyalthia cauliflora Hook. f. & Thomson

Galeri foto lapangan menampilkan bunga pada batang sebagai bahan awal identifikasi spesies.

Karakteristik Polyalthia cauliflora

Pohon kecil dengan tinggi hingga 15 m dan diameter batang hingga 18 cm. Dikenal dengan nama lokal banitan, pohon ini sering dijumpai di hutan dataran rendah Taman Nasional Gunung Leuser pada ketinggian sekitar 70 mdpl. Secara ekologi, habitatnya berada di punggung dan lereng bukit. Distribusinya mencakup Sumatera, Semenanjung Malaysia, Singapura, Kalimantan, dan Thailand. Dalam pemulihan ekosistem, jenis ini bertipe slow growing species. Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dari buah yang disemai, biasanya akan berkecambah setelah sekitar satu minggu di rumah kecambah. Buahnya disukai oleh berbagai primata, terutama orangutan. Berdasarkan pengamatan fenologi, jenis ini berbuah setiap tahun dengan musim buah yang tidak beraturan.